Menyedihkan!! Inilah Fakta Sejarah Ditemukannya Kopi Luwak

Kopi luwak. Siapa sangka dibalik kenikmatan dan sensasi rasanya yang luar biasa, tersimpan sebuah cerita menyedihkan yang terjadi saat kopi ini pertama kali ditemukan. Fakta membuktikan bahwa sejarah kopi luwak erat kaitannya dengan zaman kolonial Belanda. Sistem tanam paksa yang diterapkan kala itu ternyata memberikan cerita yang begitu membekas di hati setiap warga negara. Tanpa sadar, sejarah baru pun lahir. Sesuatu yang awalnya merupakan keterpaksaan di kemudian hari ternyata menjadi sebuah kekaguman dan keterpesonaan. Benarlah apa yang disampaikan di iklan Sampoerna Mild jika ternyata pilihan yang salah terkadang membawa kita ke arah yang benar. Nah, mari kita simak awal mula dan sejarah ditemukannya kopi luwak berikut ini.

Fakta Sejarah Ditemukannya Kopi Luwak

Sejarah Tanaman Kopi Pertama Kali di Indonesia

Kopi (Coffea sp.) adalah tanaman yang awalnya hanya ada di Ethiopia. Sejak abad ke-9 Masehi, biji kopi diperjualbelikan oleh pedagang Arab ke Eropa. Di Eropa kala itu, kopi mendapat sambutan hangat. Suhu yang dingin membuat kopi begitu disukai oleh masyarakat di sana, termasuk di Belanda. Seiring berjalannya waktu, Belanda yang kemudian menjajah Indonesia sejak tahun 1863 mencoba mengenalkan tanaman ini ke semua daerah jajahannya. Bibit-bibit kopi didatangkan langsung dari Ethiopia untuk dicoba ditanam di Indonesia. Saat itu, kopi Arabica lah yang coba ditanam mengingat kopi jenis ini merupakan kopi yang paling banyak disukai pasar Eropa. Setelah mengalami percobaan berulang-ulang, kopi akhirnya berhasil ditanam di Indonesia.

Mengingat keadaan finansial Belanda (VOC) yang buruk dan ditambah dengan permintaan kopi yang terus meningkat dari pasar Eropa kala itu, masyarakat pribumi Indonesia kemudian dipaksa untuk menanam kopi dilahan miliki pemerintah. Program tanam paksa atau lebih dikenal dengan istilah Cultuure Stelsel ini memaksa para petani mematuhi semua peraturan Belanda terkait kegiatan budidaya tanaman kopi yang dilakukannya.

Fakta Sejarah Penemuan Kopi Luwak

Faktanya, Yang Terpaksa Menjadi Terpesona

Para petani menanam kopi dengan sangat terpaksa. Mereka bahkan dilarang untuk mencicipi bagaimana rasa biji kopi itu meski hanya sebutir.  Karena rasa penasaran yang memuncak, sebagian petani tersebut memunguti biji-biji kopi yang terjatuh ditanah yang bercampur dengan kotoran luwak (luwak kala itu dianggap hama bagi budidaya kopi). Sangat menyedihkan! Biji kopi yang bercampur dengan kotoran luwak itupun kemudian dibersihkan, dikeringkan, lalu ditumbuk. Setelah menjadi bubuk, kopi itupun diseduh dan diminum oleh mereka. Dan Alamaak!!! Sungguh segar sekali minuman yang satu ini. Sebagian dari mereka yang sudah pernah meminum kopi yang diambil langsung dari pohonnya pun berdecak keheranan. Mengapa kopi yang justru sisa dari luwak ini ternyata jauh lebih segar dan nikmat dibandingkan dengan kopi pada umumnya. Ya, seketika itu sejarah barupun tercipta, sejarah ditemukannya kopi luwak. Karena kopi ini berasal dari kotoran luwak, mereka pun menyebutnya dengan istilah “kopi luwak”.

Kemasyhuran kopi luwak inipun samar-samar terdengar oleh Belanda. Mereka akhirnya membuktikan apa yang menjadi rahasia para petani kopi itu, meski dengan penuh keraguan. Dan apa daya, rasa tenyata memang tak pernah bohong. Para pejabat belanda itupun berdecak kagum. Dan mulai saat itu, cita rasa kopi luwak yang nikmat bukan lagi menjadi sebuah rahasia, menyebar ke seluruh pelosok dan penjuru dunia.

Kopi Luwak menjadi Primadona

Kopi Luwak menjadi Primadona

Buah yang bagus untuk ibu hamil muda kemasyhuran kopi luwak hingga kini tetap terjaga. Banyak orang di belahan dunia manapun mencari kopi yang nyatanya berasal-usul dari Indonesia ini. Kopi luwak dijual dengan harga yang sangat mahal. Satu gelas kecil kopi luwak di bali bahkan harganya bisa sampai Rp. 1.000.000,-. Tak heran jika sekarang kopi yang cara pembuatannya unik ini banyak diusahakan oleh petani-petani kopi masa kini. Meskipun mungkin mereka tak tahu bagaimana asal-usul sejarah ditemukannya kopi luwak, kopi Indonesia.